Jasa Kurir itu Jasa Paling Istimewa

Header

header adsjavascript:void(0)

Jasa Kurir itu Jasa Paling Istimewa

Kenapa sih Bapak Jokowi, Presiden RI sebelum menjabat di periode yang keduanya di tahun 2019 ini, sangat menggaung-gaungkan isu terkait pembangunan infrastruktur dalam negeri? Secara gamblang tentu anggapan untuk mengarahkan Indonesia ke arah yang lebih maju lagi adalah anggapan yang tepat. Bayangan orang-orang jika infrastruktur dibangun dan dibangun lagi, akan ada banyak kegiatan yang dapat menumbuhkan perekonomian negara, dan kegiatan ekonomi tentu dapat dengan mudah terjalin dan terhubung satu sama lain. Orang-orang juga akan beranggapan bahwa semakin banyak gedung-gedung tinggi, jalan layang, dan bangunan mewah akan menampakkan citra yang lebih baik bagi negara. Tapi jika dilihat dari sudut pandang pertumbuhan ekonomi, tentu tujuan utama dari pembangunan infrastruktur ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memotong proses bisnis yang panjang, dengan ini proses bisnis yang terjadi akan lebih efektif dan efisien.



Bapak Prof. Rhenald Kasali yang mengekspos buku yang membahas tentang dampak besar era disrupsi juga menitikberatkan pada pemotongan proses yang panjang. Teori Disruption menyampaikan bahwa proses bisnis yang dulu dan cara-cara terdahulu akan tergerus dengan perubahan zaman yang dituntut untuk lebih cepat, mudah, dan murah. Jika suatu proses bisnis memerlukan tahapan sampai 20 tahapan hingga akhir proses, maka di era disrupsi ini bisa saja ada cara lain yang digagas oleh orang yang tadinya bukan siapa-siapa lalu menjadi orang yang sangat berharga dan berjasa, yang dapat memotong proses itu sampai tersisa 1/3 nya saja. Anggaplah bila proses bisnisnya ada 20 tahapan, di era disrupsi ini, 20 tahapan itu dapat dipangkas hingga tersisa 8 tahapan saja. Jika seperti itu, apa yang terjadi?

Buku yang baru saja terbit beberapa tahun yang lalu, Tomorrow is Today yang merupakan seri dari Disruption yang dibuat oleh Prof. Rhenald Kasali menggambarkan hal ini cukup seksama. Karena dalam bukunya, beliau menitikberatkan terhadap satu proses bisnis saja, yaitu proses pembangunan suatu bangunan (konstruksi). Secara singkat, proses pembangunan bangunan yang dulunya memakan waktu yang cukup lama, dan tenaga atau sumber daya yang banyak, sekarang dapat disederhanakan dengan adanya teknologi baru, dan sekarang Teknologi berbasis Printer 3D adalah teknologi yang digunakan untuk hal itu.

Tentu fisik ataupun non-fisik, infrastruktur yang dibangun akan memudahkan perjalanan ekonomi yang panjang dan berbelit-belit menjadi pendek dan sederhana. Makanya tahun 2018 kemarin, topik penting yang dibahas dalam pertemuan tahunan Dana Moneter International (IMF) bank Dunia 2018 adalah terkait persoalan infrastruktur. Dibidang transportasi, upaya pemerintah mengembangkan infrastruktur mengerek peringkat Indonesia secara global. Kajian World Economic Forum (WEF) ini menunjukkan adanya peningkatan peringkat Indonesia secara global terkait kemudahan layanan transportasi dalam negeri. Meskipun masih kalah dari Malaysia, paling tidak Indonesia tidak berada pada peringkat bawah. Apalagi bila dibandingkan Singapura, yang memang terkenal dengan sistem transportasi umumnya yang memudahkan kehidupan masyarakat.

Target pembangunan pada tahun 2018 kemarin masih ada beberapa yang belum terealisasi sepenuhnya. Tapi paling tidak, naiknya peringkat Indonesia dalam kajian WEF tadi menampakkan kemajuan sistem pendistribusian ekonomi di Indonesia


Data diatas menampakkan seberapa besarnya keinginan Bapak ini untuk membangun infrastruktur dalam negeri. Meskipun banyak juga yang mengkritik bahwa pembangunan infrastruktur itu harus selalu ada, siapapun pemimpinnya. Tapi itu bukanlah topik bahasan tulisan ini, kita akan membahas khusus mengenai keistimewaan dari penggunaan infrastruktur ini, dan tentu perannya dalam pertumbuhan ekonomi negara.

Sepertinya dari semua proses bisnis, proses "pengantaran" adalah proses yang paling istimewa. Secara jika keseluruhan proses bisnis, mungkin umumnya seperti ini; Pemesanan-Produksi-Penyimpanan-Pengepakan(Packing)-Penjualan(transaksi)-Pengantaran-Konfirmasi, apabila terjadi kesalahan ada cacat atau kerusakan kembali lagi ke proses sebelum-sebelumnya. Itu hanya penggambaran secara sangat sederhana, kenyataannya prosesnya bisa lebih banyak lagi dan berbelit-belit. Jadi menurutku, jasa pengantaran ini adalah jasa yang paling penting dan istimewa, karena jika tidak ada yang mengantarkan, bagaimana barang pesanan itu bisa sampai tujuan?

Infrastruktur yang menjamin cepat, mudah, tepat, dan murahnya proses pengantaran tentunya akan membuat aktivitas bisnis menjadi lebih enak. Apa kamu pernah membayangkan dapat membeli barang lintas provinsi atau bahkan lintas pulau dipelosok negeri ini, dapat sampai hanya hitungan 2 sampai 3 hari saja? Biaya yang dimakan juga tidak seberapa, dibandingkan kita yang berangkat naik pesawat, ongkos tiket pulang dan pergi sampai pada nilai jutaan rupiah, hanya untuk membeli suatu barang di salah satu daerah di Indonesia. Bagaimana jadinya bila hal besok akan ada cara yang membuatnya bisa lebih cepat. Mungkin hanya hitungan kurang dari 24 jam? Umumnya kamu mungkin hanya melihat jasa pengantaran ada pada proses bisnis jual beli seperti itu, yang umumnya terjadi di marketplace seperti Lazada, Shopee, ataukah Bukalapak.


Kamu juga pasti sudah baca berita terkait sebegitu banyaknya barang yang kurir-kurir antarkan kepada para pemesan barang saat harbolnas kemarin? Kamu bisa bayangkan berapa banyak proses transaksi jual beli yang terjadi saat itu. Infrastruktur yang diusungkan pada pemerintahan Pak Jokowi tentu akan sangat membantu berjalannya proses pengantaran barang-barang tersebut. Jalan raya, jalan layang, pelabuhan lokal, kereta api, bandar udara, dan yang paling penting adalah telekomunikasi/broadband nasional. Biaya satu paket barang yang diantarkan berkisar dari 30.000 sampai 60.000 IDR diseluruh Indonesia, pada harbolnas kemarin ada potongan ongkos kirim ada senilai 10.000 dan 20.000 IDR. Paling tidak, biaya pengantaran untuk satu transaksi rata-rata 20.000 IDR. Bila hampir seluruh e-commerce mengungkap peningkatan penjualan tahun 2019, mari simak penjualan para e-commerce yang mendominasi pasar penjualan online di Indonesia berikut pada kuartal IV 2018 kemarin.


Aktivitas jual beli online terus menerus terjadi setiap hari. Tapi bila kacamata dalam memandang dunia bisnis terkhusus pada jasa pengantaran, kurir atau jasa pengantaran tidaklah sekecil itu. Apa kamu pernah menyadari, bagaimana pengangkutan batubara dari tempat penggalian sampai pada tempat pengolahannya, dan sampai pada tempat pemanfaatannya? Apa kamu pernah menyadari bagaimana pendistribusian air bersih yang mengalir di WC dan tempat wudhu kampus kamu? Apa kamu pernah menyadari bagaimana proses pendistribusian bahan bakar minyak dan juga gas yang kamu pakai sehari hari ketika kamu beli bensin untuk motor dan beli tabung gas untuk kompor? Bagaimana dengan semen-semen yang diangkut berton-ton dari lokasi produksi, ke tempat pengepakan, sampai gudang tempat penjualan, atau bahkan sampai pada lokasi tempat konstruksi dimana rumah baru ingin dibangun di kompleks dimana tempat kamu tinggal sekarang? Apa kamu pernah menyadari bagaimana pengantaran barang-barang yang selalu kamu lihat terpampang di lokasi strategis setiap kamu pergi ke mall? Bahkan apa kamu menyadari betapa pentingnya infrastruktur yang disediakan oleh negara yang memudahkanmu untuk pergi berwisata ke Jogja ataukah Bali? Menurutku, dari seluruh aktivitas bisnis, aktivitas pengantaran atau jasa pengantaran adalah yang paling memiliki peran yang sangat penting sekali. Betul, sangat paling penting sekali.

Karena itulah, jasa pengantaran adalah salah satu aktivitas utama beberapa perusahaan. Lihatlah J&T, Jne, atau TIKI, juga Pos Indonesia. Meski beberapa perusahaan yang bukan aktivitas intinya adalah jasa pengantaran, namun peran aktivitas itu tetap penting dalam kegiatan operasional perusahaan, seperti Lion Parcel ataupun Garuda Ekspedisi. Artha Nugraha dalam tulisannya di Kompasiana menyampaikan beberapa opsi pengantaran barang yang sering digunakan dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Seperti Full Truck Load, Less Than Truck Load, Via Udara, Via Laut, dan juga Kurir/Express. Menurutmu dalam satu hari atau satu pekan itu, pengantaran apa yang paling sering dilakukan? Apakah barang transaksi jual-beli online? Mungkin betul, tapi nyatanya tidak. Pada kenyataannya komoditas utama masyarakat modern adalah Bahan Bakar Minyak.

Jika kamu tinggal di poros antara kota satu dan kota lainnya, kamu pasti akan sering melihat pemandangan mobil tangki yang lalu-lalang mendistribusikan minyak. Biasanya mobil paling kecil muatannya itu membawa 5KL atau 5 Kilo Liter minyak. Paling besar ada 30KL atau 30 Kilo Liter. Seberapa besar mobil itu? 30 Kilo Liter itu sama dengan 30.000 Liter. Jika 6 Galon air yang kamu pakai minum itu sama dengan 100 Liter, maka besarnya tangki 30.000 liter itu sama dengan muatan galon sebanyak 300 buah galon. Bisa kamu bayangkan? Masih kecil bukan. Namun konsumsi migas di Indonesia nyatanya semakin hari semakin meningkat, dilansir dari Kompas, nyatanya kebutuhan akan konsumsi migas penduduk di Indonesia dikarenakan semakin meningkatnya mengakibatkan terlampauinya kebutuhan akan migas dibandingkan dengan hasil produksi migas itu sendiri. Karena artikel ini bukan membahas hal itu, maka itu bukan menjadi inti bahasan, hanya saja data itu menunjukkan bahwa distribusi migas antar kota, antar provinsi, sampai antar pulau di Indonesia terus-menerus berjalan, sampai sekarang. Kelangkaan BBM terkhusus Solar yang seringkali terjadi dibeberapa SPBU termasuk fakta bahwa kebutuhan akan migas masyarakat masih belum bisa terpenuhi betul dari hasil produksi migas dalam negeri.

Itu masih pada satu bidang bisnis pengantaran saja, yaitu pengantaran migas. Bagaimana dengan bidang bisnis lainnya? Itulah sebabnya, mengapa Bapak Presiden RI Jokowi, sebelum menjabat sangat menggaung-gaungkan untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur secara efisien dan penggunaannya yang efektif. Jadi, infrastruktur dalam negeri bukanlah hanya sebatas citra saja, pertumbuhan ekonomi sangat ditopang dengan keberadaan dan pemanfaatan infrastruktur yang tersedia.

Post a Comment

0 Comments