Poem of The Week #15: Hangat yang Kamu Titipkan

Header

header adsjavascript:void(0)

Poem of The Week #15: Hangat yang Kamu Titipkan


Hangat yang Kamu Titip

Baru saja kamu keluar dari ruang sentra
Beranjak memenuhi panggilan ruang utopia

Gelap
Sedari pagi, dunia tak lagi cerah
Hujanpun  menikmatinya, bersama awan dan segala konspirasinya

Kedap
Sedari pagi, dunia tak lagi riang
Alampun ikut berbahagia, melihatmu meninggalkan ruang yang fana

Jendela rumah kututup rapat-rapat
Pintu tak lagi terbuka, tak lagi menyisihkan suaranya

Terpancar redup
Lampu rumah tak lagi berseri seperti dulu, sejak hari kemarin
Terasa lembab
Lantai rumah terasa begitu dingin, lebih dingin sejak hari kemarin

Segelegak kehangatan yang kamu titipkan
Untuk aku dan dunia yang telah kita rajut
Serupa bongkahan es di atas meja
Perlahan terkikis, lalu tumpas dilahap waktu

Kamu tidak menghilang
Kami saja yang merasa kehilangan

Melalui tiupan angin malam ini, kamu menitipkan pesan
"Kamu masih bisa bahagia, meski aku tak duduk lagi denganmu"
Untuk aku yang kamu tinggal sendiri
Juga tiap-tiap orang yang kamu sayang, dan yang sayang denganmu

Esok nanti, aku dan dunia yang kamu tinggalkan
Duduk bersama, melahap hangat yang kamu titipkan diatas meja
Perlahan, kasih sayang yang pernah kamu beri ditukar dengan kikisan hangat
Hangat mu, serupa kasih sayangmu
Hanya saja, hangat yang kamu titip, lebih cair dari kasih dan sayang itu
Suatu saat gelegak hangat yang kamu titip akan melebur tak tertuang lagi
Kala itu, apakah boleh aku menghampirimu, untuk mengambil hangat dari pelukmu kembali?

22 Februari 2020

Keyword: Indonesia Poem, Puisi Diksi Sulawesi, Puisi Dari Sulawesi


Sebuah puisi untuk kamu, yang ditinggalkan orang yang kamu sayangi. Sungguh, mereka hanya memisahkan diri dari dunia yang fana, dari kesedihan yang kamu ratapi, pandulah jiwa itu untuk kembali bahagia. Sungguh, tiap-tiap jiwa punya hak untuk bahagia, meski sedih sudah menimpa.

Turut berduka atas berpulangnya Ashraf Sinclair, 18 Februari 2020, puisi ini untuk orang-orang yang juga merasakan kesedihan serupa, ditinggalkan orang yang tercinta dan tersayang.

Read Other Poem's Right Here

About The Author Here..

Post a Comment

1 Comments