Antara Mistis dan Keyakinan Religius

Header

header adsjavascript:void(0)

Antara Mistis dan Keyakinan Religius

Apa kamu masih ingat dengan argumentasi seorang akademisi yang sempat panas beberapa tahun yang lalu, soal Kitab Suci yang disandingkan dengan kata fiksi? Dengan menggunakan definisi bahwa fiksi itu adalah mengaktifkan imajinasi dengan fungsi sebagai kata benda. Mungkin sebagian berseberangan dengan pendapat beliau, dan sebagian orang mungkin juga sepemahaman dengan definisi fiksi yang dilontarkan beliau kala itu. Tapi agama dan kitab sucinya memang seringkali membuat pengikutnya untuk dapat mengaktifkan imajinasinya, agar dapat memahami bagaimana konsep agama yang diyakininya. Misalnya cerita-cerita masa lalu yang ada dalam kitab suci.

Setiap orang punya keyakinan, dan sudut pandang yang berbeda-beda terkait agama yang diikutinya. Apabila kata fiksi yang seringkali dikonotasikan dengan angan-angan, fana, dan khayalan belaka, tentu semua pemeluk agama-agama tertentu yang memiliki dan meyakini kitab suci yang dipegangnya tidak akan menerima bila kitab suci disandingkan dengan kata fiksi.


...

Bahkan sebelum semua penduduknya Indonesia memeluk agama-agama yang diakui di Indonesia, bukannya sudah banyak masyarakat yang memiliki kepercayaan yang imajinatif? Animisme dan Dinamisme. Bahkan dari 6 agama yang diakui di Indonesia, terkadang orang-orang yang memeluk agama tertentu juga masih memiliki dan menganut kepercayaan Animisme atau Dinamisme. Kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun, meski masyarakat telah memeluk agama yang diakui di Indonesia, kepercayaan Animisme dan Dinamisme masih tergolong melekat dengan masyarakat modern. Mau bagaimana lagi, hal-hal yang berbau ghaib, mistis, dan mitos, dan yang kesannya susah masuk diakal cenderung populer ditengah masyarakat. Tapi justru karena ke-tidak-masuk-akal-nya, hal tersebut justru dipercaya beberapa orang.

Sebut saja seseorang yang beragama islam, mengakui ke-Esa-an Allah, dan Nabi sebagai utusan-Nya, akan tetapi masih memiliki kepercayaan akan benda-benda yang dapat memberikan dia keuntungan. Misalnya pohon, ataukah benda pusaka.

Lantas apa yang membuat orang percaya akan hal-hal ghaib dan aneh dan susah untuk diterima akal sehat (masuk akal) seperti ini?  Sebagian, atau mungkin saja seluruh kepercayaan itu berawal dari cerita turun-temurun, cerita warisan, ataukah cerita urban (urban legend) yang masih melekat dengan masyarakat modern. Tapi harus diakui, cerita-cerita akan kekuatan makhluk astral/ghaib atau kekuatan spiritual yang berasal dari dunia lain sepertinya benar-benar nyata. Bisa jadi, hampir semua orang yang memiliki keyakinan akan agamanya yakin bahwa ada kekuatan yang tidak berasal dari dunia dimana kita sedang berada (hidup bersama manusia). Kekuatan jin, makhluk halus, roh ghaib, hantu, ataukah iblis. Secara kekuatan itu memang ada, berdasarkan dari ilmu-ilmu keagamaan. Misalnya dalam islam, diyakini selalu ada "kekuatan negatif" yang seringkali mengganggu manusia dalam berbuat baik atau beribadah. Setan.

Secara ilmiah atau dalam dunia sains, hal ini mungkin sepenuhnya tidak dapat diterima. Karena untuk menguji dan membuktikan kebenarannya, cukup susah. Bila kebenarannya mudah untuk dibuktikan, mungkin akan banyak penelitian tugas akhir mahasiswa yang berkaitan dengan hal-hal ghaib, misalnya seperti "Pengaruh Stabilitas Ekonomi pada Masing-masing Provinsi di Indonesia yang Memelihara Tuyul".

Mungkin beberapa orang juga sulit untuk memercayai hal seperti ini, saya pun demikian. Secara dalam agama, kita meyakini akan adanya kekuatan ghaib tersebut, akan adanya keberadaan jin, dan juga malaikat. Hal ini merupakan sebagian konsep keagamaan yang harus diyakini. Hanya saja secara pribadi yang saya tidak bisa percaya adalah bilamana manusia malah memiliki kekuatan ghaib tersebut. Kekuatan yang susah untuk diterima diakal. Jika dalam cerita dalam agama, misalnya saja Nabi yang diberikan mukjizat, bila mukjizat adalah kekuatan yang tidak dimiliki manusia pada umumnya dan diberikan langsung oleh Allah, maka bagaimana dengan masyarakat modern?

Saya seringkali mendengar cerita-cerita demikian dari banyak orang. Hanya saja mungkin karena menghabiskan cukup banyak waktu dikampus, jadinya sangat susah bagi saya untuk mempercayainya. Tapi kekuatan yang paling sering dan populer yang bisa dimiliki manusia (katanya)  yang beberapa dan hanya masnusia-manusia tertentu yang memilikinya adalah kekuatan mata batin (yang dapat melihat makhluk-makhluk ghaib).

Melihat hantu bagi saya secara pribadi, adalah salah satu kekuatan supranatural yang sangat susah untuk saya percaya. Jika melihat hantu dalam konsep imajinatif, itu sangat bisa terjadi, hanya saja dalam dunia nyata dan dalam kehidupan realitas, sangat tidak bisa. Menurut saya, karena selama hidup untuk melihat hantu, adalah hal yang cukup susah untuk dilakukan. Namun disisi lain, sebagai manusia yang beragama, saya meyakini keberadaan mereka, hanya saja untuk dapat melihatnya, sangat tidak mungkin bagi manusia. Apa iya?

Bagi saya, cerita-cerita hantu atau orang-orang yang dapat melihat hantu melalui mata batinnya hanyalah konsep imajinatif saja. Sama seperti dengan kepercayaan kuno, Animisme dan Dinamisme. Imanjinasi dan halusinasi. Tentu pikiran manusia adalah bagian yang paling memegang kendali dan kontrol pada diri kita. Lihat saja bagaimana penampilan hipnotis yang sering kita lihat dalam pertunjukan di televisi dan media lainnya. Manusia dipermainkan dengan imajinasi yang muncul dari dalam pikirannya sendiri, kalau dalam hipnotis, dipengaruhi dengan intuisi-intuisi tertentu.

Tapi tentu saja, masih ada kemungkinan bahwa memang benar ada orang yang bisa melihatnya dan berkomunikasi dan juga tidak. Jika dalam agama islam ada konsep komunikasi dengan mereka melalu terapi "Ruqyah" adalah benar, lantas bagaimana dengan konsep-konsep lainnya? Lilin yang dinyalakan di ruang tertutup dimalam hari, lalu dilantunkannya kalimat-kalimat untuk memanggil ruh dari dunia lain (seperti di Film Insidious), atau mengukir lambang-lambang tertentu (seperti di Film The Wounds), ataukah melalui permainan (seperti di Film Oijah). Masih sangat susah untuk dijelaskan bagaimana ruh dan alam ghaib itu bekerja. Seperti kata dosen saya saat masih kuliah, "Semua ilmu didunia ini bisa dipelajari, kecuali satu, yaitu ilmu tentang Ruh".

Post a Comment

0 Comments